G 30 S atau GESTOK ?

Hai bertemu lagi di fajar janu blog, sudah lama ya tidak menulis artikel kira-kira sudah 4 bulan hehehe, oke langsung saja kali ini saya akan menjelaskan tentang sebuah tragedi yang bersejarah di negara kita ini apa itu? simak baik-baik
Menjelang akhir-akhir September nampaknya perlu kita mengingat sejenak, refleksi mengenai peristiwa berdarah yang pernah terjadi di Indonesia, penculikan dan pembunuhan para jenderal. Bukan bermaksud untuk membangkitkan lagi partai berlambang palu arit ataupun menuntut kejelasan cerita yang sebenarnya.
            Peristiwa berdarah ini sungguh dahsyat, politik bergejolak, harga bahan pokok naik, orang miskin bertambah banyak dan ratusan ribu nyawa melayang. Menurut Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, peristiwa ini merupakan kudeta gadungan dan disusul dengan kudeta kedua melalui Supersemar. Kudeta ketiga dilakukan dengan mengikis sisa kekuasaan Soekarno.
            Kini, peristiwa yang terjadi 51 tahun yang lalu hingga kini masih menimbulkan tanda tanya. Bagaimana tidak, peristiwa itu masih ditutupi kabut misteri. Kejadian berdarah yang terjadi pada tanggal 30 September malam hingga 1 Oktober dini hari itu masih belum jelas hitam dan putihnya, terutama siapa dalang di balik perisiwa itu. Banyak versi yang menceritakan kejadian itu, dan tidak sedikit pula perbedaan dari versi cerita tersebut. Banyak orang menyebutkan kejadian itu sebagai gerakan 30 September atau sering disebut sebagai G 30 S dan banyak pula yang menyebutkan sebagai gerakan 1 Oktober dengan Gestok, Gerakan Satu Oktober. Dari penyebutan tersebut sesungguhnya menimbulkan suatu pertanyaan, mengapa G 30 S dan mengapa Gestok? Redaksi akan mengulas hal ini.
            G 30 S, yang kepanjangan dari Gerakan 30 September itu, menjadi singkatan resmi yang dipakai dalam penulisan sejarah pemberontakan Partai Komunis Indonesia oleh rezim Orde Baru. Dalam beberapa buku resmi yang dikeluarkan pemerintah orde baru, peristiwa itu disebut dengan G30S/PKI. Setelah reformasi bergulir, kebebasan berpendapat menemukan tempatnya, banyak para peneliti sejarah yang mencoba mengungkap kebenaran sejarah tentang peristiwa tersebut. Dari beberapa sejarawan, muncul beberapa versi baru yang mencoba mendongkel versi resmi yang dibangun orde baru, dengan menyajikan bukti-bukti historis. Peristiwa itu pun menjadi polemik, tidak hanya di kalangan sejarawan, tetapi juga di masyarakat pada umumnya.
            Gestok adalah istilah pertama yang digunakan Presiden Soekarno untuk menyebut peristiwa penculikan para Jenderal itu. Soekarno berasumsi bahwa peristiwa itu dilakukan pada tanggal 1 Oktober 1965 oleh sebuah kekuatan militer yang ia sendiri sebagai Panglima Tertinggi tidak mengetahui. Menurut buku berjudul Kesaksianku yang ditulis oleh Dr. H  Soebandrio pada halaman 25, ia jelaskan bahwa pada tanggal 1 Oktober pukul 01.00 pasukan G 30 S mulai bergerak untuk menculik para jenderal. Jadi menurut buku tersebut pada tanggal 1 Oktober tepatnya pukul 01.00 para pasukan mulai bergerak untuk menangkap para jenderal dan dibantai kemudian jasadnya di masukkan ke dalam sumur tua di daerah Lubang Buaya, sebuah tempat di Kawasan Pondok Gede Jakarta. Buku Kitab Merah pada halaman 61—yang dikutip dari Majalah Tempo—juga menceritakan tragedi berdarah tersebut lengkap dengan penjelasan mengenai korban dari tragedi berdarah itu. Buku tersebut juga mengulas bahwa tragedi tersebut terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 dan terjadi menjelang waktu Shubuh.
            Terlepas dari istilah yang dipakai dalam penyebutan peristiwa berdarah itu, hingga saat ini belum ditemukan konsesus yang bulat di antara para sejarawan tentang siapa dalang di balik peristiwa itu. Historiografi peristiwa itu hingga kini masih laku di pasaran, semenarik orang akan mengetahui cahaya terang di balik hitamnya kabut yang menyelimuti. 
                Itulah penjelsan yang saya sampaikan apabila ada kata-kata yang menyinggung hati pembaca saya selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya. Silahkan jika ada kritik dan saran demi memperbaiki kesalahan-kesalahan

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

kematian menurut pandangan islam

apa itu brexit ?

Malam Lailatul Qadar