Tradisi ketupat di hari lebaran
Hai ketemu lagi di fajar janu blog. Kali ini saya akan menjelaskan tentang tradisi ketuat di hari lebaran o ya tak lupa saya secara pribadi mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin bila ada salah dalam penulisan yang kurang berenan di hati kawan-kawan.
Di dalam suasana lebaran ini pasti banyak yang menyajikan ya kan? dan juga di beberapa tempat di pulau jawa ketupat justru disajikan 7 hari setelah lebaran. Tradisi ini sering sekali disebut lebaran kupat. oke unruk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:
MAKNA KETUPAT
Di dalam suasana lebaran ini pasti banyak yang menyajikan ya kan? dan juga di beberapa tempat di pulau jawa ketupat justru disajikan 7 hari setelah lebaran. Tradisi ini sering sekali disebut lebaran kupat. oke unruk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:

MAKNA KETUPAT
Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada masyarakat Jawa. Ketupat sendiri dalam filosofi Jawa bukanlah sekedar hidangan khas hari raya Lebaran. Ketupat punya makna tersendiri.
Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat yang artinya mengakui kesalahan. Hal ini berarti seseorang yang menghidangkan ketupat di hari Lebaran memiliki maksud untuk mengakui kesalahan mereka di masa lalu untuk meminta maaf kepada yang menikmati ketupat tersebut. Prosesi pengakuan kesalahan ini biasanya diwakili dengan prosesi sungkeman, dimana seseorang harus bersimpuh di depan orang tua atau orang yang dituakan selagi memohon maaf atas semua kesalahannya.
SEJARAH KETUPAT
Ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Beliau memperkenalkan ketupat di daerah Kerajaan Demak. Demak sendiri merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang membangun kekuatan politik dan penyiaran agama Islam dengan dukungan Walisongo. Ketika melakukan penyebaran agama Islam, Walisongo menggunakan pendekatan agraris, dimana unsur ini merupakan unsur yang paling dikeramatkan oleh penduduk Jawa di masa itu
Adalah Raden Mas Sahid atau biasa dikenal dengan nama Sunan Kalijaga, yang kemudian memperkenalkan dan mengasimilasi ketupat yang sebelumnya memang sudah familiar di kalangan masyarakat Jawa pada saat itu ke dalam tradisi perayaan Lebaran ketupat. Lebaran ketupat sendiri diangkat dari tradisi pemujaan Dewi Sri, dewi pertanian dan kesuburan, yang juga merupakan dewi terpenting bagi masyarakat Jawa. Namun, meski demikian, Dewi Sri bukan lagi menjadi dewi padi dalam perayaan tersebut, tetapi hanya dijadikan lambang yang bermakna ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas nikmat dan karunia-Nya.
Nah itu lah sedikit penjelasan tentang makna ketupat dan sejarah singkat ketupat. Semoga bermanfaat ya kawan. Sekian
Wasalamualaikum wr.wb
Comments
Post a Comment