Tanah Longsor
Kali ini saya akan menjelaska tanah longsor, mungkin ada pertanyaan dari kawan-kawan yang timbul di dalam hati apa sih tanah longsor itu? apa faktor penyebabnya? dan bagaimana upaya pencegahannya? semua pertanyaan tersebut tersaji disini silahkan disimak
Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau campuran dari material tersebut yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah tersebut akan menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Penyebab terjadinya tanah longsor dan upaya pencegahannya sangat perlu kita ketahui sehingga dapat meminimalisir terjadinya tanah longsor maupun akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung terhadap kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, tapi faktor penyebabnya secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia:
a) Faktor alam Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi. Iklim : curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. Keadaan topografi : lereng yang curam. Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika. Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis. Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, atau getaran lalu lintas kendaraan di sekitarnya.
b) Faktor manusia Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng. Kegagalan struktur dinding penahan tanah. Penggundulan hutan. Budidaya kolam ikan diatas lereng. Sistem pertanian yang kurang memperhatikan keamanan irigasi. Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri. Sistem drainase daerah lereng yang kurang baik.
Ciri-ciri tanah longsor yaitu sebagai berikut : Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, yang biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Air tergenang jika musim hujan, menjelang bencana itu, airnya langsung hilang. Pintu dan jendela yang sulit dibuka. Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah yang besar. Pohon/tiang listrik banyak yang miring. Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles ke dalam tanah.
Upaya Pencegahan Terjadinya Tanah Longsor
1. Jangan membuka lahan persawahan dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman.
2. Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal jika membangun pemukiman.
3. Jika ada retakan tanah, segeralah menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah dan melalui retakan tersebut.
4. Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.
5. Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi. Jangan menebang pohon di lereng. Jangan membangun rumah di bawah tebing.
Dari artikel diatas semoga kita dapat mengantisipasi bencana tanah longsor, semoga bermanfaat
Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau campuran dari material tersebut yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah tersebut akan menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Penyebab terjadinya tanah longsor dan upaya pencegahannya sangat perlu kita ketahui sehingga dapat meminimalisir terjadinya tanah longsor maupun akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung terhadap kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, tapi faktor penyebabnya secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia:
a) Faktor alam Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi. Iklim : curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. Keadaan topografi : lereng yang curam. Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika. Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis. Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, atau getaran lalu lintas kendaraan di sekitarnya.
b) Faktor manusia Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng. Kegagalan struktur dinding penahan tanah. Penggundulan hutan. Budidaya kolam ikan diatas lereng. Sistem pertanian yang kurang memperhatikan keamanan irigasi. Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri. Sistem drainase daerah lereng yang kurang baik.
Ciri-ciri tanah longsor yaitu sebagai berikut : Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, yang biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Air tergenang jika musim hujan, menjelang bencana itu, airnya langsung hilang. Pintu dan jendela yang sulit dibuka. Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah yang besar. Pohon/tiang listrik banyak yang miring. Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles ke dalam tanah.
Upaya Pencegahan Terjadinya Tanah Longsor
1. Jangan membuka lahan persawahan dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman.
2. Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal jika membangun pemukiman.
3. Jika ada retakan tanah, segeralah menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah dan melalui retakan tersebut.
4. Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.
5. Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi. Jangan menebang pohon di lereng. Jangan membangun rumah di bawah tebing.
Dari artikel diatas semoga kita dapat mengantisipasi bencana tanah longsor, semoga bermanfaat
Comments
Post a Comment